Kebiasaan Harian Pengurang Tantrum (part 1)
Catatan/ resume hasil kuliah whatsapp oleh Psikolog Anak Belinda Agustya.
Sebelumnya ada tiga rahasia penting yang perlu diketahui orang tua mengenai anak yaitu
Seperti apa aktivitas yang tepat di waktu berkualitasnya bersama sang anak?
Katakan, " Sekarang special time buat kaka, Mama / papa punyanya kaka selama 15 menit kedepan. Yuk sekarang kita mau ngapain, mama/ papa temenin". Kalo bisa di kasih pengingat timer supaya anak tahu waktu bermainnya sampai kapan dan tidak kaget ketika waktu bermain habis.
1. Permainan bongkar pasang.
Permainan susun balok, Lego, bongkar pasang Mr. potato's head
2. Permainan Imajinatif
Bermain peran sebagai dokter atau heroes. Selain itu bisa masak - masakan, menggambar bebas.
3. Permainan miniature figure
Bermain rumah - rumahan sama orang - orangnya, kastil istana bersama putri dan pengawalnya, little pony.
(Materi dilanjutkan di blog selanjutnya)
Sebelumnya ada tiga rahasia penting yang perlu diketahui orang tua mengenai anak yaitu
Jadi, menurut psikolog Belinda, tidak ada anak yang bandel atau pemarah, yang ada adalah anak yang kebutuhan emosionalnya tidak terpenuhi sehingga terkesan sering marah - marah, sering nangis, melawan, tidak nurut. Perilaku negatif anak yang muncul seperti itu sebenarnya sinyal bahwa sang anak butuh diisi ulang tangki cintanya, butuh terkoneksi dengan orang tuanya secara emosional.
Kebiasaan Harian Pengurang Tantrum
Mengurangi Tantrum merupakan sebuah proses untuk membangun koneksi atau hubungan yang harmonis antara anak dan orang tua. Beberapa proses yang dapat mengurangi tantrum sang anak;
1. Special time
2. Rutinitas harian pemanis hubungan
3. Permainan penguat ikatan emosi
Special time
Waktu berkualitas bersama anak one on one (1 anak 1 waktu, jika ada 3 anak berarti setiap anak ada waktu berkualitasnya masing - masing) yang konsisten dilakukan setiap hari sekitar 10 - 15 menit tanpa gangguan apapun. Ketika special time, biarkan anak yang memimpin aktivitas bermain (ditanyakan kepada anak mau main apa sama orang tua).
Kenapa anak yang memutuskan permainan apa yang diinginkan? karena sang anak akan merasa dihargai, merasa orangtuanya mau mencintainya apa adanya sehingga kebutuhan emosionalnya terpenuhi.
Seperti apa aktivitas yang tepat di waktu berkualitasnya bersama sang anak?
- Bukan aktivitas yang berstruktur, bukan aktivitas yang ada aturan - aturan atau yang ada benar atau salahnya dalam waktu khusus ini.
- Kegiatan berstruktur seperti screen time (aktivitas menonton atau bermain gadget), membaca buku, atau memasak kue tidak mengundang interaksi 2 arah yang diharapkan. Misalnya, screen time membuat sang anak fokusnya ke layar, atau memasak kue yang ada aturan langkah langkahnya. Anak membutuhkan aktivitas yang tidak berstruktur agar ia bisa berkreasi, bebas berimajinasi.
- Sang orang tua berusaha untuk mengabulkan permintaan anak. Jika itu tidak mungkin, bisa melakukan aktivitas yang menyerupai. Contohnya, Jika sang anak ingin berkemah dengan mamanya tapi sudah malam, sang mama dapat berkemah di dalam kamar (ketika sang adik tidur).
- Sang orang tua fokus bermain dengan sang anak, tidak sibuk dengan kerjaan, gadget alias hadir secara fisik dan emosional. Bukan hanya memperhatikan, tetapi ikut terlibat sehingga ada interaksi dalam permainan anak
- Tahan keinginan kita sebagai orang tua untuk mengajari atau bahkan bertanya kepada sang anak, biarkan anak menunjukkan dunianya. Misalnya ketika anak ingin menggambar matahari dengan warna biru, di momen ini aja sang mama atau papa tahan diri untuk tidak kritik tentang hal itu. bebaskan sang anak untuk berkreasi sehingga dia merasa asik (menyenangkan).
Cara memulai Special time.
Umumkan kepada anak - anak supaya orangtua komitmen. Disepakati special timenya kapan aja, misal 10 menit setelah makan malam. Bisa juga bikin sebutan untuk waktu berkualitasnya kayak "momen cinta bersama kaka".
Kalo lebih dari 1 anak, bisa bikin jadwal (tidak cuma dalam fikiran) tapi dalam bentuk visual sehingga anak bisa lihat. Ketika kita sedang special time dengan anak yg pertama, kita bisa titipkan adiknya ke suami/ pengasuh/ anggota keluarga yang tinggal bersama.
Kalo lebih dari 1 anak, bisa bikin jadwal (tidak cuma dalam fikiran) tapi dalam bentuk visual sehingga anak bisa lihat. Ketika kita sedang special time dengan anak yg pertama, kita bisa titipkan adiknya ke suami/ pengasuh/ anggota keluarga yang tinggal bersama.
Katakan, " Sekarang special time buat kaka, Mama / papa punyanya kaka selama 15 menit kedepan. Yuk sekarang kita mau ngapain, mama/ papa temenin". Kalo bisa di kasih pengingat timer supaya anak tahu waktu bermainnya sampai kapan dan tidak kaget ketika waktu bermain habis.
Contoh Aktivitas Special Time
1. Permainan bongkar pasang.
Permainan susun balok, Lego, bongkar pasang Mr. potato's head
2. Permainan Imajinatif
Bermain peran sebagai dokter atau heroes. Selain itu bisa masak - masakan, menggambar bebas.
3. Permainan miniature figure
Bermain rumah - rumahan sama orang - orangnya, kastil istana bersama putri dan pengawalnya, little pony.
(Materi dilanjutkan di blog selanjutnya)

Comments
Post a Comment