Pregnancy notes: Before Pregnancy
Assalamu'alaikum
Hari ini aku mau berbagi ceritaku tentang bagaimana aku alhasil diberi kepercayaan sang calon buah hati oleh Allah ( walau saat ini masih dalam proses/ masih belum pasti juga tapi semoga diberi kelancaran yaa).
Awalnya aku mengira kalo perkara hamil itu hal yang mudah, tinggal melakukan hubungan intim langsung hamil. Ternyata, tidak seperti itu. Ternyata membutuhkan proses / usaha dari kitanya (walaupun ada beberapa orang yang bisa langsung hamil setelah beberapa bulan menikah).
Aku awalnya ingin menunda kehamilan berhubung suamiku masih kuliah S2 di Singapore, tetapi setelah didiskusi berdua sama suamiku, lebih baik let it flow. Kata suamiku, berdoa aja dan yakin seandainya diberi kepercayaan anak, insha Allah itu adalah waktu yang tepat dan tak perlu khawatir mengenai rezeki- NYA.
Jadi semenjak itu, kalo sudah mau waktu - waktu periode haid (kebetulan haid aku suka maju - maju dan aku pake aplikasi di hp supaya bisa mendeteksi kisaran tanggal aku akan haid), aku selalu deg - deg an dan berharap apakah aku sudah mulai mengandung.
Tapi setelah kurang lebih beberapa bulan aku selalu kecewa, kok belum berhasil dan meragukan fertilitas aku atau suami, aku dan suamiku jadinya lebih sering membaca atau bertanya ke temen - temen bagaimana agar bisa berhasil hehe.
Dan ternyata pola hidup kita sangat mendukung kesuburan suami dan istri.
Kalo usaha dari aku, aku mulai minum suplemen asam folat, makan kacang - kacangan, setiap hari aku pasti masak sayuran (protein dan sayuran) dan alhamdulillah apapun sayuran yang aku masak suami mau juga makan (bukan tipe pemakan yang memilih hehe). Selain itu, olahraga juga penting.
Kalo usaha dari suami, suamiku,kalo aku sedang masa subur, suka nyempetin makan daging kambing (yang katanya bagus untuk kualitas spermanya, pola makannya juga bagus ( sayuran iya mau, makan fastfood jarang banget kita makan fast food diluar, paling 2/ 1 kali sebulan). Satu lagi kunci dari suamiku, suamiku rajin banget nge Gym, seminggu kurang lebih 3 kali. Mungkin karena masih mahasiswa magister kali yah jadi banyak waktu hehe tapi kalo bagi yang kerja, menurutku bisa disempetin walau itu hanya beberapa menit, right?
Menurut dr Hendry Liem, SpOG, spesialis kandungan dan kebidanan di Rumah Sakit Awal Bros (2018), ternyata penyebab seseorang infertilitas itu karena gaya hidup, terutama dalam hal pemilihan makanan. Makanan junk food itu berakibat akan terganggunya keseimbangan hormon tubuh.
Dokter Hendry pun menyarankan olahraga teratur, kurangi stress, kurangi bergadang, banyak minum air putih, kurangi merokok dan minuman berakohol (hindari lebih baik) untuk mendapatkan hidup yang sehat dan meningkatkan fertilitas kita.
Oh iya, selain itu suamiku juga mengurangi makanan yang mengandung kacang kedelai, tetapi lebih kepada protein lainnya. Kenapa? soalnya kacang kedelai itu bagus buat hormon esterogen (buat cewek baru bagus) tapi hal itu yang membuat hormon esterogen lebih dominan daripada hormon testosteron yang sebenarnya dibutuhkan nih untuk kualitas spermanya. (penjelasan dari suamiku hasil membaca dari berbagai sumber di internet- mohon untuk dokter/ ahlinya yang baca mau mengoreksi/ memberi penjelasan detail, boleh komen).
Dan Alhamdulillah hasil usaha dan do'aku dan suami, di Bulan January 2018, sang istri alias aku alhamdulilah positif hamil.
Semoga post aku kali ini bisa membantu yaa, semoga diberi kelancaran juga buat teman - teman yang sedang berharap dan berusaha :)
with love,
afani
Hari ini aku mau berbagi ceritaku tentang bagaimana aku alhasil diberi kepercayaan sang calon buah hati oleh Allah ( walau saat ini masih dalam proses/ masih belum pasti juga tapi semoga diberi kelancaran yaa).
Awalnya aku mengira kalo perkara hamil itu hal yang mudah, tinggal melakukan hubungan intim langsung hamil. Ternyata, tidak seperti itu. Ternyata membutuhkan proses / usaha dari kitanya (walaupun ada beberapa orang yang bisa langsung hamil setelah beberapa bulan menikah).
Aku awalnya ingin menunda kehamilan berhubung suamiku masih kuliah S2 di Singapore, tetapi setelah didiskusi berdua sama suamiku, lebih baik let it flow. Kata suamiku, berdoa aja dan yakin seandainya diberi kepercayaan anak, insha Allah itu adalah waktu yang tepat dan tak perlu khawatir mengenai rezeki- NYA.
Jadi semenjak itu, kalo sudah mau waktu - waktu periode haid (kebetulan haid aku suka maju - maju dan aku pake aplikasi di hp supaya bisa mendeteksi kisaran tanggal aku akan haid), aku selalu deg - deg an dan berharap apakah aku sudah mulai mengandung.
Tapi setelah kurang lebih beberapa bulan aku selalu kecewa, kok belum berhasil dan meragukan fertilitas aku atau suami, aku dan suamiku jadinya lebih sering membaca atau bertanya ke temen - temen bagaimana agar bisa berhasil hehe.
Dan ternyata pola hidup kita sangat mendukung kesuburan suami dan istri.
Kalo usaha dari aku, aku mulai minum suplemen asam folat, makan kacang - kacangan, setiap hari aku pasti masak sayuran (protein dan sayuran) dan alhamdulillah apapun sayuran yang aku masak suami mau juga makan (bukan tipe pemakan yang memilih hehe). Selain itu, olahraga juga penting.
Kalo usaha dari suami, suamiku,kalo aku sedang masa subur, suka nyempetin makan daging kambing (yang katanya bagus untuk kualitas spermanya, pola makannya juga bagus ( sayuran iya mau, makan fastfood jarang banget kita makan fast food diluar, paling 2/ 1 kali sebulan). Satu lagi kunci dari suamiku, suamiku rajin banget nge Gym, seminggu kurang lebih 3 kali. Mungkin karena masih mahasiswa magister kali yah jadi banyak waktu hehe tapi kalo bagi yang kerja, menurutku bisa disempetin walau itu hanya beberapa menit, right?
Menurut dr Hendry Liem, SpOG, spesialis kandungan dan kebidanan di Rumah Sakit Awal Bros (2018), ternyata penyebab seseorang infertilitas itu karena gaya hidup, terutama dalam hal pemilihan makanan. Makanan junk food itu berakibat akan terganggunya keseimbangan hormon tubuh.
Dokter Hendry pun menyarankan olahraga teratur, kurangi stress, kurangi bergadang, banyak minum air putih, kurangi merokok dan minuman berakohol (hindari lebih baik) untuk mendapatkan hidup yang sehat dan meningkatkan fertilitas kita.
Oh iya, selain itu suamiku juga mengurangi makanan yang mengandung kacang kedelai, tetapi lebih kepada protein lainnya. Kenapa? soalnya kacang kedelai itu bagus buat hormon esterogen (buat cewek baru bagus) tapi hal itu yang membuat hormon esterogen lebih dominan daripada hormon testosteron yang sebenarnya dibutuhkan nih untuk kualitas spermanya. (penjelasan dari suamiku hasil membaca dari berbagai sumber di internet- mohon untuk dokter/ ahlinya yang baca mau mengoreksi/ memberi penjelasan detail, boleh komen).
Dan Alhamdulillah hasil usaha dan do'aku dan suami, di Bulan January 2018, sang istri alias aku alhamdulilah positif hamil.
Semoga post aku kali ini bisa membantu yaa, semoga diberi kelancaran juga buat teman - teman yang sedang berharap dan berusaha :)
with love,
afani
Comments
Post a Comment