Rahasia teknik bermain - Bonding Optimal dengan buah hati

Hai, temen - temen yang insha Allah jadi mama ataupun sudah jadi mama :)
Materi kali ini hasil resume aku dari parenting workshop dari Kak Eno Lerian dan Kak Belinda Agustya, M.Psi


Bermain 


Bermain itu tugas untuk seorang anak - anak usia dini.

Bermain itu banyak banget manfaatnya dari segi fisik (sehat karena bergerak, lari - larian), segi kognitif (kecerdasannya, tergali kreativitasnya), dan segi sosial emosional (contoh main ibu - ibuan, sang anak mencoba memerankan berbagai peran dan hal tersebut meningkatkan rasa empati sang anak karena menempatkan diri sebagai orang lain).

Nah, misalnya anak usia dini (2 - 6 tahun) bermain tapi gak senang dan enjoy karena mamanya suka maksain sambil belajar ini dan itu, itu namanya bukan bermain loh gengs.

Bermain itu

  • atas inisiasi dari sang anak. Bebas memilih permainan, ikutin aja apa yang anak ingin mainkan, spontan, tanpa paksaan. Entah itu ngacak - ngacak, let them play :)
  • menimbulkan kesenangan. Sang buah hati enjoy memainkan permainannya.
  • non literal (gak terlalu banyak percakapan, kata - kata)

Oh, iya bermain selain menjadi media anak untuk mengekspresikan perasaan anak, dengan bermain sang orang tua dan anak bisa membuat bonding (ikatan) ke sang anak juga lho..

Anak yang suka gak bisa diatur/ nakal menurut orang tua, itu bukan karena masalah kedisiplinan,  tetapi karena hubungan antara anak dan orang tua tidak harmonis. (kurang kuatnya bonding ke anak). 
Fitrahnya, anak itu maunya nurut orang tua.

Umur bayi 3 tahun pertama merupakan masa EMAS untuk bonding.

Bagaimana mengoptimalkan bonding ke sang buah hati agar nantinya kita bisa mengarahkan anak secara efektif?


- Orang tua konsisten bermain bersama anak setiap hari, minimal 5 menit sehari (yang penting kualitasnya bukan kuantitasnya yaa bagi ibu dan bapak yang bekerja).

- Dalam waktu minimal 5 menit tersebut, 1 orangtua bersama 1 anak (bukan 1 orang tua bersama 3 anaknya)

- Main apa? (hindari main yang menilai salah atau benar, tetapi lebih kepada main yang tidak ada benar dan salahnya biar lebih kreatif sang anaknya).


Nah menurut Buku Peaceful Parent, tulisan dari Dr. Laura Markham, yang diungkap psikolog Belinda dalam workshop ini, ada 5 cara bermain yang dapat membangun bonding ke sang anak, yaitu:
PRIDE (Praise, Reflection, Imitation, Deskripsi, dan Enjoy)

a. Praise
  •  Memberikan pujian yang spesifik ketika anak sedang bermain.
  •  Pujiannya untuk perilakunya yang baik (bukan karakteristiknya ya seperti cantik, ganteng)
  •  Manfaatnya selain bonding, memuji dapat menumbuhkan harga diri anak.
Contoh :
"Terimakasih adik sudah mau beresin mainannya"
"Wah adik mainnya rapih sekali"
"Terimakasih adik, sudah mau berbagi mainan dengan mama"

b. Reflection
  • Orang tua sebagai "kaca" atau refleksi bagi sang anak.
  • Hati - hati dengan penggunaan intonasi suara sehingga menjadi pertanyaan. Misal, anak sedang menggambar matahari menggunakan warna hijau, lalu sang ibu bertanya,"Adik kenapa menggunakan warna hijau?". Pertanyaan tersebut akan membuat anak merasa terhakimi dan juga menghalangi kreativitasnya .
  • Manfaatnya anak merasa diperhatikan dan merasa berharga, terdapat kemajuan dalam hal bicara dan bahasa sang anak.
Contoh: 
Anak: "Papa, lihat! aku warnain matahari pakai warna kuning."
Papa: "Wah, adik warnain matahari pake warna kuning."
(manfaat: merasa diperhatikan)

Anak: " Anak sapinya minum cucu"
Papa: "Iya, nak. Anak sapinya minum susu"
(berguna untuk kemajuan dalam berbahasa sang anak)


c. Imitasi

  • Orang tua mengimitasi permainan anak (orangtua yang mengikuti permainan anak), misalnya saat anak sedang bermain pohon, orang tua juga melakukan hal yang sama (menggambar pohon).
  • Melakukan imitasi dibawah level anak (bukan malah bersaing dengan anak). Misalnya, Anak sedang bermain menyusun balok. Sang anak bisa menyusun 3 balok, maka sang ibu sebaiknya menyusun 2 balok saja (hindari menyaingi anak dengan menyusun 5 balok dan menunjukkan kemampuan tersebut kepada anak).
  • Manfaatnya yaitu dapat menciptakan suasana yang menyenangkan bagi anak dan menunjukkan bahwa orangtua menerima permainan sang anak.

d. Deskripsi 

  • Layaknya komentator bola, yaitu mendeskripsikan apa yang dilakukan sang anak saat bermain.
  • Manfaatnya ialah memperkenalkan kosakata baru dan memperkaya konsep, membantu anak fokus dalam menyelesaikan aktivitas, dan membuat anak merasa diperhatikan.
Contoh: 

" Adik taruh warna kuning di atas warna merah"
" Dinta lagi jalanin kudanya sekarang, sekarang harimaunya Dinta taruh di sebelah kuda"

Contoh yang tidak tepat: ketika anak sedang menjalankan boneka kundanya, "Kuda-kudaanya Dinta terbang"

e. Enjoy
Anak merasa enjoy dengan permainnanya. 


Kalo kata kak Eno, mainlah senatural mungkin :)

Selain itu, bermain itu gak harus banyak alat, bermain dengan orang tua (badan orang tua) itu bisa menyenangkan dan cukup untuk bonding seperti ketawa-ketawa, guling-gulingaan. 

Semoga bermanfaat dan semoga kita bisa menjadi orangtua yang the best untuk masing-masing anaknya,

with love,
Afani

Comments

Popular posts from this blog

Pregnancy notes: Before Pregnancy

Shops in Singapore that artist, crafter, sewer might like